Nur Pamudji Dilantik Jadi Dirut PLN

10 Jul 2012

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan melantik Nur Pamudji sebagai Direktur Utama PT PLN baru. Pelantikan dilakukan di Gardu Induk Karet, Jakarta Pusat, Selasa (1/11) siang. 
Nur sebelumnya menduduki posisi Direktur Energi Primer PLN. Menurut Dahlan, Nur adalah sosok pemimpin muda yang punya tanggung jawab dan potensi buat menangani masalah perusahaan strum negara itu.

Selain melantik Nur, pada kesempatan yang sama, Dahlan juga merampingkan organisasi direksi PLN, dari 10 direksi menjadi sembilan.

Berikut susunan direksi PLN yang baru:

  • Direktur Utama PLN: Nur Pamudji
  • Direktur Konstruksi: Nasri Sebayang
  • Direktur Perencanaan dan Manajemen Resiko: Murtaqi Syamsuddin.
  • Direktur Operasi Indonesia Barat: Moch Harry Jaya Pahlawan
  • Direktur Operasi Jawa-Bali: I.G.A Ngurah Adnyana
  • Direktur Operasi Indonesia Timur: Vickner Sinaga
  • Direktur Pengadaan Strategis: Bagiyo Riawan
  • Direktur SDM dan Umum: Eddy D Erningpraja
  • Direktur Keuangan: Setio Anggoro Dewo.(ICH)

PLN Siap Beli Listrik dari PLTU Buatan Malaysia di Serang

Jakarta - PT Lestari Banten Energi anak usaha perusahaan Malaysia Genting Berhad berencana untuk membangun PLTU di Serang, Banten. Nantinya, PT PLN (Persero) akan membeli listrik secara langsung dari PLTU yang akan menghasilkan daya listrik hingga 660 MW ini. 

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Power Purchase Agreement antara PLN dengan PT LBE. Direktur PLN, Nur Pamudji mengatakan apabila PLTU Banten ini selesai, energinya bisa memasok kebutuhan listrik Jawa-Bali sebesar 4380 GWH per tahun.


"Ini salah satu upaya meningkatkan kapasitas pasokan listrik, utamanya kelistrikan Jawa-Bali," ungkap Nur Pamudji saat ditemui di Kantor PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (9/7/12).

Nur mengungkapkan, PLTU yang menghabiskan investasi senilai US$ 1 miliar ini akan rampung terhitung 57 bulan sejak ditandatangani perjanjian PPA yaitu hari ini. Dengan kata lain, PLN dapat menambah kapasitas listrik Jawa Bali pada tahun 2017 nanti.

"Proyeknya ini akan selesai 2017 nanti, makin cepat selesai makin bagus," tambahnya.

Untuk harga yang disepakati dalam perjanjian ini, PLN harus membayar 5,999 cUS$/kwh selama 25 tahun masa kontrak. Setelah itu, pembangkit ini nantinya akan sepenuhnya milik PLN.


"Harganya 5,99 sen dollar per kwh pada asumsi harga batubara 58 dollar per ton. Ini harga yang cukup bagus," tambahnya.


Seperti diketahui, PT Lestari Banten Energi adalah Perusahaan Modal Asing (PMA) yang didirikan oleh Lestari Listrik Pte Ltd, yang merupakan anak usaha dari Genting Berhad, dari Malaysia.


Sumber : finance.detik.com

PLTU Tanjung Jati Beroperasi, PLN Ngirit Rp 8,6 Triliun/Tahun

6 Feb 2012

Jakarta - Hari ini Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Jero Wacik meresmikan pengoperasian pembangkut listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Jati B Unit 4. Ini bakal membuat PLN hemat Rp 8,6 triliun per tahun. Kenapa?

Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengungkapkan, keberadaan PLTU Tanjung Jati B memberikan sumbangsih yang signifikan dalam kelistrikan di Indonesia, khususnya pada sistim kelistrikan Jawa Bali. 

"Dari total kapasitas PLTU Batubara yang mencapai 13.000 MW, lebih dari 20%-nya merupakan sumbangan dari PLTU Tanjung Jati B dengan total kapasitas 2.640 MW," kata Nur Pamudji dalam siaran pers, Senin (6/2/2012). 

Kehadiran PLTU Tanjung Jati B ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kepercayaan dan keyakinan investor untuk menanamkan investasinya di Jawa Tengah. "Ketersediaan listrik di Jateng itu sudah surplus, sehingga hal ini diharapkan bisa lebih mendorong tumbuhnya investasi dan industri-industri besar di wilayah Jateng. Dengan demikian akan dapat meningkatkan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah", ujarnya Nur. 

Peresmian beroperasinya PLTU Tanjung Jati B ekspansi Unit 4 dengan kapasitas 660 MW ini, dilakukan oleh Menteri ESDM Jero Wacik di lokasi pembangkit yang terletak di Desa Tubanan, Kecamatan kembang, Jepara Jawa Tengah. Dengan telah beroperasinya Unit 4 ini, maka PLTU Tanjung Jati B ekspansi Unit 3 dan 4 telah beroperasi penuh dengan kapasitas terpasang 2x660 MW.

Sebelumnya, PLTU Tanjung Jati B telah mengoperasikan 2 mesin pembangkit, yakni Unit 1 dan 2 yang telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2006. Saat ini total kapasitas terpasang PLTU Tanjung Jati B dari 4 unit mesin pembangkit mencapai sekitar 2.640 MW. 

PLTU Tanjung Jati B Unit 4 dibangun bersamaan dengan Unit 3 di atas lahan 150 hektar. Sedangkan pembangunannya memakan waktu sekitar 35 bulan dengan kontraktor pelaksana joint operation Sumitomo Corporation-Wasa Mitra Engineering. Pembangunan 2 unit PLTU ini membutuhkan investasi 160 miliar yen dengan pendanaan dari JBIC dan bank komersial lainnya. 

Listrik yang dihasilkan dari PLTU ini akan dialirkan ke sistem interkoneksi Jawa Bali melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 500 kV yakni dari GIS 500 kV Tanjung Jati ke Gardu Induk (GI) 500 kV Ungaran. 

Saat ini beban puncak rata-rata di sistem kelistrikan Jawa Bali mencapai sekitar 19.700 MW. Sementara itu, sampai akhir 2011 daya mampu di sistem Jawa-Bali menjadi 23.000 MW. Selain itu, pengoperasian PLTU Tanjung Jati B Unit 4 yang kebutuhan konsumsi batubaranya mencapai 2 juta ton per tahun itu, diperkirakan akan mampu mengurangi pemakaian BBM hingga 650 ribu kiloliter per tahunnya. Hal tersebut akan memberikan penghematan sebesar Rp 8,6 triliun per tahunnya jika dibanding dengan menggunakan bahan bakar minyak

PLTU Tanjung Jati B Unit 3 dan 4 juga didisain sebagai pembangkit listrik yang ramah lingkungan yang menggunakan FGD flue gas disulfurization yg ditempatkan di sisi gas buang. Dengan teknologi ini, asap hasil pembakaran batubara yang menghasilkan gas sulfur yang berbahaya terhadap lingkungan ditangkap oleh lime stone atau batu kapur yang dicampur air laut pada FGD, sehingga asap yang terbuang lewat cerobong tinggal uap air saja yang ramah lingkungan. (dnl/ang) 

Source : finance.detik.com

Dirut PLN: Pakai Lampu LED Bisa Hemat Listrik 80%

28 Jul 2011

Jakarta - PT PLN (Persero) terus mengimbau masyarakat untuk melakukan penghematan penggunaan energi. Salah satu bentuk nyata adalah penggunaan lampu LED yang bisa menghemat pengunaan listrik sampai 80%.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan ketika menanggapi pertanyaan mengenai Inpres hemat energi yang ingin digalakkan oleh Presiden SBY.

"Menurut saya, penghematan terbesar adalah ketika bola lampu diganti dengan lampu LED. Itu bisa hemat listrik sampai 80%," kata Dahlan ketika ditemui di Hotel Ambhara, Jakarta, Kamis (28/7/2011).
Dahlan menambahkan, BUMN listrik yang dipimpinnya tersebut juga menerapkan pemakaian lampu LED di kantornya.

"Yang PLN laksanakan untuk PLN sendiri adalah yang jelas ruang kerja saya dan ruang rapat sudah diganti dengan lampu LED," yakinnya.

Namun, ketika diminta tanggapan menyikapi Inpres hemat energi yang ingin diterapkan pemerintah, Dahlan justru mengatakan supaya boros listrik.

"Saya, kalau boleh blak-blakan, PLN itu salah arang untuk energi. PLN itu justru menyuruh untuk boros listrik. Kita justru mengkampanyekan seperti itu, karena kita jualan listrik. Yang penting bayar," celetuknya.

Katanya tidak ada perusahaan yang justru menyuruh pelanggannya untuk berhemat. "Kan harusnya begitu. Mana ada perusahaan telepon misalnya, yang menyuruh 'bicaralah sehemat-hematnya. Justru yang diiklankan malah bicaralah sampai dower!" ungkap Dahlan yang disusul tawa.

Sumber : finance.detik.com

PLN Tender 10 Proyek Sewa PLTU

25 Apr 2011


Jakarta - PLN berencana menyewa 10 PLTU dari investor swasta untuk beberapa daerah di luar Jawa. Hal ini untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan listrik yang semakin tinggi.

Demikian disampaikam oleh Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN (Persero) Bambang Dwiyanto melalui keterangan tertulisnya, Minggu (24/4/2011).

"Investor cukup menyediakan mesin pembangkit dan kemudian mengoperasikan PLTU tersebut, sedangkan PLN akan menyediakan lahan termasuk  persiapan operasional pembangkit, memasok bahan bakar (batubara), menyiapkan transmisi serta membeli energi listrik yang dihasilkan," jelas Bambang.

Dikatakannya tujuan kerjasama ini untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak dan menggantinya dengan pembangkit berbahan bakar batubara. Selain itu, juga untuk mengantisipasi keterlambatan pembangunan dan pengoperasian sejumlah proyek listrik swasta.

Ia berharap banyak investor yang tertarik untuk bekerjasama dengan PLN dalam menyediakan pasokan listrik ke masyarakat. Hal ini juga mendukung kegiatan pembangunan melalui proyek sewa PLTU ini.

"Jangka waktu kerjasama selama 9 tahun dan waktu pembangunan PLTU sekitar 20 bulan," katanya.

Tujuh proyek sewa yang telah dimulai proses lelangnya:






  1. PLTU Tarahan, Lampung, 2 x (120-150) MW
  2. PLTU NTB, Nusa Tenggara Barat 4 x (25-30) MW
  3. PLTU Timika, Papua 2 x 15 MW
  4. PLTU Riau, Riau  2 x (120-150) MW
  5. PLTU Kuala Tanjung, Sumatera Utara 3 x (120-150) MW
  6. PLTU Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur  2 x (120-150) MW
  7. PLTU Asam-Asam, Kalimantan Selatan  3 x (50-65) MW

Akan menyusul tiga proyek PLTU untuk dimulai proses lelangnya:

    1. PLTU Air Anyer, Bangka 2 x 30 MW
    2. PLTU Barru, Sulawesi Selatan 2 x (120-150) MW
    3. PLTU Amurang, Sulawesi Utara 2 x (25-30)

    Sumber : http://www.detikfinance.com/kanal/1034/energi
     
    Support : energipembangkit.blogspot.com
    Copyright © 2011. ENERGI PEMBANGKIT - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
    Proudly powered by Blogger